BIAK, Fraksigerindra.id — Dalam upaya memperkuat kesadaran berbangsa dan bernegara, Anggota MPR RI Yan Permenas Mandenas menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Aula Distrik Kota Biak, Sabtu (12/7). Acara ini dihadiri oleh ratusan peserta dari kalangan tokoh masyarakat, pelajar, aparat distrik, hingga organisasi kepemudaan.
Dalam pemaparannya, Yan menyoroti peran strategis Pancasila dalam menyikapi konflik lokal yang masih terjadi di beberapa wilayah Papua. Menurutnya, pendekatan ideologis dan kebangsaan harus sejalan dengan keadilan sosial agar konflik tidak berkembang menjadi kekerasan horizontal.
“Konflik lokal seringkali bukan hanya soal perbedaan, tapi tentang ketimpangan dan rasa tidak adil. Kalau nilai-nilai Pancasila benar-benar dijalankan, masyarakat akan belajar menyelesaikan perbedaan lewat dialog, bukan dengan senjata,” kata Legislator Gerindra ini.
Yan menegaskan bahwa ketahanan daerah tidak bisa dilepaskan dari kualitas hubungan antara negara dan rakyat. Ketika masyarakat merasa didengar dan dilibatkan, kepercayaan terhadap negara pun akan tumbuh secara alami.
“Ketahanan daerah itu tidak dibangun dari atas, tapi dari bawah, dari rakyat. Ketika masyarakat merasa negara hadir dalam pendidikan, kesehatan, dan ekonomi, mereka akan menjadi garda terdepan menjaga keutuhan NKRI,” tegas Yan.
Sektor pendidikan, menurut Mandenas, menjadi instrumen utama dalam membangun generasi yang berpikir kritis namun tetap berakar pada nilai-nilai kebangsaan. Ia mendorong agar kurikulum pendidikan di daerah terluar tidak sekadar menyalin dari pusat, tapi juga kontekstual dengan kondisi lokal.
“Anak-anak Papua harus tumbuh dengan kebanggaan sebagai bagian dari Indonesia. Tapi mereka juga harus melihat nilai-nilai lokal sebagai kekuatan, bukan sebagai beban,” tuturnya. “Pendidikan yang membumi akan melahirkan warga negara yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter,” ujar anggota Komisi XIII ini.
Yan juga menyinggung pentingnya kesejahteraan sebagai fondasi ketahanan nasional. Ia menilai bahwa implementasi Empat Pilar akan lebih bermakna jika diiringi dengan pemerataan pembangunan dan penguatan ekonomi rakyat.
“Kesejahteraan bukan janji politik, tapi hak konstitusional setiap warga. Kalau rakyat sejahtera, mereka tidak mudah diprovokasi atau dimanipulasi oleh kepentingan sempit,” Kata Yan.
Sosialisasi ini juga membuka ruang dialog interaktif antara masyarakat dan legislator. Sejumlah peserta menyampaikan aspirasi mengenai infrastruktur pendidikan, lapangan kerja, serta akses terhadap pelayanan publik. Mandenas menegaskan komitmennya untuk membawa suara masyarakat Papua ke tingkat pusat.
Kegiatan ditutup dengan pembacaan komitmen bersama untuk mengamalkan nilai-nilai Empat Pilar dalam kehidupan sehari-hari. Para peserta mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.





