MEDAN, FraksiGerindra.id — Ketua MPR RI, Ahmad Muzani,menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat Aceh yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor. Bantuan tersebut berupa 5.000 paket sembako dan obat-obatan yang disalurkan langsung kepada warga di wilayah Aceh Utara, Aceh Tamiang, dan Aceh Timur.
Dalam keterangannya, Ahmad Muzani menyampaikan bahwa berdasarkan hasil peninjauan lapangan, seluruh wilayah Kabupaten Aceh Utara terdampak bencana. Dari total 27 kecamatan yang ada, sebanyak 25 kecamatan mengalami kerusakan berat, sementara dua kecamatan lainnya mengalami kerusakan ringan.
“Aceh Utara itu terdiri dari 27 kecamatan, 25 kecamatan terdampak parah dan dua kecamatan terdampak ringan. Artinya, seluruh kabupaten terdampak bencana,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa jumlah pengungsi akibat bencana tersebut telah melampaui 100 ribu jiwa. Namun demikian, sebagian besar pengungsi belum dapat tertampung di hunian sementara yang memadai. Kondisi tersebut memaksa warga untuk mengungsi secara mandiri dengan menumpang di rumah kerabat, sekolah, maupun masjid yang berada di wilayah lebih tinggi dan relatif aman dari banjir.
“Kondisi mereka saat ini sangat memprihatinkan. Rumah hancur, lahan pertanian rusak, ternak musnah, bahkan ada anggota keluarga yang meninggal dan hilang. Secara psikologis mereka kehilangan semangat hidup,” ungkapnya.
Masyarakat terdampak, lanjut Muzani, sangat berharap agar akses jalan di tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten dapat segera dipulihkan. Pemulihan infrastruktur tersebut dinilai krusial untuk menunjang aktivitas warga sekaligus memperlancar distribusi bantuan logistik ke wilayah terdampak.
Selain itu, menjelang datangnya bulan Ramadan, masyarakat juga berharap pemerintah dapat segera membangun rumah singgah atau hunian sementara agar para pengungsi dapat kembali menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih layak dan normal.
“Karena itu mereka berharap kepada pemerintah pusat untuk segera membangun rumah-rumah yang mereka tinggalkan atau yang hancur karena bencana tersebut,” paparnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Muzani yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Gerindra turut menyoroti aspek pemulihan di sektor pendidikan. Ia menyampaikan bahwa pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tengah menyalurkan bantuan berupa school kit lengkap bagi anak-anak terdampak bencana agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan.
“Mereka juga berharap sekolah-sekolah bisa segera diaktifkan kembali, karena pendidikan anak-anak tidak boleh terhenti akibat bencana,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa sejumlah langkah konkret juga telah disiapkan pemerintah untuk menjamin layanan dasar bagi masyarakat terdampak. Salah satunya adalah kebijakan penggratisan layanan BPJS Kesehatan bagi korban bencana, serta memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan secara optimal. Selain itu, Badan Pertanahan Nasional (BPN) juga akan menggratiskan layanan sertifikasi tanah bagi warga terdampak.
“Tadi juga disampaikan, BPJS Kesehatan akan digratiskan bagi masyarakat terdampak, dan pelayanan kesehatan dipastikan tetap maksimal. Selain itu, BPN akan menggratiskan layanan sertifikasi tanah bagi warga yang terdampak bencana,” lanjutnya.
Secara keseluruhan, MPR RI menyalurkan sebanyak 15.000 paket bantuan yang didistribusikan ke tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Masing-masing provinsi menerima alokasi 5.000 paket bantuan.
Khusus untuk Provinsi Aceh, bantuan tersebut disalurkan dengan rincian 2.000 paket untuk Kabupaten Aceh Utara, 2.000 paket untuk Aceh Tamiang, dan 1.000 paket untuk Aceh Timur.
Setiap paket bantuan berisi berbagai kebutuhan pokok dan perlengkapan penting, di antaranya susu, gula, kopi, mi instan, minyak goreng, biskuit, popok bayi, pembalut perempuan, minyak kayu putih, balsam, serta obat-obatan.
“Bantuan ini memang masih sangat terbatas, tetapi yang paling penting adalah perhatian Presiden Prabowo yang begitu fokus untuk segera memulihkan kehidupan masyarakat agar bisa kembali seperti sedia kala,” tegasnya.
Dalam penanganan status tanggap darurat bencana, Ahmad Muzani juga menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kerja sama berbagai pihak, termasuk Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Sosial, para relawan, lembaga sosial, hingga partisipasi masyarakat secara perorangan. Menurutnya, dukungan tersebut mencerminkan kuatnya semangat gotong royong bangsa Indonesia.
“Kami berbangga bahwa kegotong royongan dan sifat penolong bagi kita bangsa Indonesia tidak pernah pudar. Itulah kebanggaan kita, itulah yang kita miliki satu-satunya sebagai sebuah warisan yang harus kita pertahankan, yakni kegotong royongan,” tutupnya.
Dalam rangkaian kunjungannya ke Aceh, Ahmad Muzani turut didampingi oleh Wakil Ketua MPR Abcandra Akbar, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat, Wakil Menteri Kesehatan Benny Oktavianus, serta sejumlah anggota MPR RI lainnya.





