WASHINGTON DC, FraksiGerindra.id — Persatuan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat (Permias) menyambut positif kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Amerika Serikat. Kunjungan tersebut dinilai sebagai momentum penting untuk mempererat hubungan bilateral kedua negara sekaligus memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika global.
Presiden Permias Nasional, Axel Hutapea, menyampaikan bahwa kepemimpinan Presiden Prabowo saat ini menghadapi berbagai tantangan di tengah ketidakpastian global, sehingga setiap keputusan strategis menuntut pertimbangan yang matang dan kebijaksanaan.
“Kami percaya pada kemampuan Presiden untuk memberikan yang terbaik untuk Indonesia melalui kebijakan-kebijakan yang memberi dampak positif dan dampak nyata bagi seluruh masyarakat,” ujar Axel, Selasa (17/2/2026) waktu setempat.
Ia meyakini Presiden Prabowo sebagai pemimpin yang bijak dan berharap setiap keputusan yang diambil dalam kunjungan ini membawa manfaat konkret bagi masyarakat Indonesia, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
“Apapun keputusan yang dibuat harus selalu untuk kebaikan bangsa, untuk kesejahteraan masyarakat. Jadi kunjungan Presiden ke Washington DC hari ini dan sampai akhir minggu ini harus membawa dampak yang nyata, yang positif bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Lebih lanjut, Axel menyampaikan bahwa mahasiswa Indonesia di AS berharap pemerintah memberikan perhatian yang lebih besar terhadap aspek keamanan, perlindungan warga negara Indonesia (WNI), serta penguatan konektivitas dengan dunia ketenagakerjaan. Hal tersebut sejalan dengan fokus Permias dalam mendorong perlindungan WNI di AS dan penguatan hilirisasi riset nasional.
Permias juga berharap Presiden Prabowo dapat meluangkan waktu untuk berdiskusi langsung dengan mahasiswa Indonesia di AS guna membahas berbagai isu strategis yang menjadi perhatian diaspora akademik.
“Kami berharap Presiden selalu diberikan kesehatan panjang umur, kebijaksanaan dalam memimpin negara. Kami berharap bahwa dalam segala keputusan yang diambil, Presiden selalu menempatkan masyarakat, mahasiswa, diaspora sebagai bagian yang sentral dalam pemerintahannya,” pungkas Axel.





