JAKARTA, Fraksigerindra.id — Anggota Komisi XII DPR RI Ramson Siagian memastikan bahwa stok BBM dan LPG untuk menghadapi periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) telah dipersiapkan dengan baik oleh Pertamina, khususnya subholding Pertamina Patra Niaga. Hal tersebut ia sampaikan menyusul meningkatnya kebutuhan energi pada masa libur panjang akhir tahun.
“Menjelang tahun baru, dari hasil kunjungan kerja kami ke daerah, Pertamina khususnya Pertamina Patra Niaga sudah mempersiapkan dengan baik agar ketersediaan BBM dan juga LPG di masyarakat itu betul-betul tersedia,” ujar Ramson saat wawancara dengan Parlementaria di Gedung Nusantara I DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (17/11/2025).
Ramson menjelaskan bahwa kesiapan tersebut tidak hanya berdasarkan laporan administratif, tetapi juga hasil peninjauan langsung Komisi XII di lapangan. Menurutnya, data-data sebelumnya menunjukkan bahwa Pertamina Patra Niaga telah mengambil langkah antisipatif untuk memastikan ketersediaan energi selama periode Nataru.
“Dari data-data sebelumnya, kami sudah memperoleh gambaran umum bahwa Pertamina Patra Niaga menyiapkan seluruh langkah antisipatif untuk memastikan ketersediaan BBM dan LPG selama periode Natal. Pada saat kunjungan ke lapangan pun mereka melaporkan komitmen untuk mencegah kelangkaan di masyarakat,” jelas Politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut.
Sebagai tindak lanjut, Ramson menyampaikan bahwa Komisi XII akan menggelar rapat khusus tambahan dengan Pertamina Patra Niaga pada awal Desember. Rapat tersebut akan membahas aspek distribusi serta strategi pengamanan suplai, terutama di daerah yang rawan lonjakan permintaan.
“Awal Desember nanti kami akan mengadakan rapat khusus dengan Pertamina Patra Niaga sebagai subholding yang menangani distribusi BBM dan LPG. Ini untuk memastikan seluruh mitigasi sudah siap sebelum puncak liburan,” ujarnya.
Ramson menegaskan bahwa Komisi XII akan terus mengawasi langkah Pertamina dalam memenuhi kebutuhan energi masyarakat. Selain itu, pengawasan juga dilakukan dalam konteks pembahasan Rancangan Undang-Undang Migas yang tengah berjalan.
“Komisi XII akan mengawal seluruh langkah Pertamina, termasuk dalam konteks penyusunan RUU Migas yang sedang berjalan,” pungkasnya.





