PANGANDARAN, FraksiGerindra.id — Anggota DPR RI Komisi XII Fraksi Partai Gerindra, Rokhmat Ardiyan, menaruh perhatian serius terhadap kondisi Dermaga Rukun Nelayan Babakan, Kabupaten Pangandaran, yang dinilai nyaris tidak berfungsi akibat pendangkalan parah. Hal tersebut terungkap saat Rokhmat Ardiyan melakukan kunjungan lapangan dan dialog langsung bersama nelayan, Rabu, (24/12/2025).
Dalam kegiatan tersebut, Rokhmat Ardiyan didampingi Anggota DPRD Pangandaran Dede Efendi serta Ketua Rukun Nelayan Babakan, Aep. Dialog terbuka dengan nelayan tangkap mengungkap bahwa pendangkalan ekstrem di kawasan dermaga telah menghambat aktivitas melaut dan berdampak langsung pada perekonomian keluarga nelayan.
Ketua Rukun Nelayan Babakan, Kang Aep, menjelaskan bahwa saat air laut surut, area dermaga mengalami pendangkalan berat hingga menyerupai daratan.
“Kalau sudah surut, kapal tidak bisa bergerak sama sekali. Nelayan tidak melaut, dapur tidak ngebul,” ungkapnya.
Akibat kondisi tersebut, armada nelayan kerap terjebak di dermaga dan tidak dapat beroperasi untuk mencari ikan. Selain persoalan pendangkalan, nelayan juga menyampaikan kekhawatiran terhadap kondisi breakwater yang mengalami keretakan dan kerusakan di sejumlah titik. Memasuki musim Angin Timur, struktur pelindung tersebut dikhawatirkan mengalami kerusakan lebih parah dan berpotensi membahayakan keselamatan nelayan serta kapal mereka.
Sebagai solusi jangka menengah, nelayan mengusulkan pembuatan sodetan jalur langsung menuju Sungai atau Walungan Cikidang agar kapal memiliki jalur alternatif keluar-masuk ketika muara tertutup pasir.
Dalam dialog tersebut, persoalan BBM subsidi juga turut disampaikan. Nelayan menyebut kuota BBM subsidi sebesar 35 liter per hari per kapal belum mencukupi kebutuhan operasional. Untuk aktivitas melaut jarak jauh, seperti mancing rawa, nelayan mengaku membutuhkan sekitar 50 hingga 70 liter per hari.
Menanggapi hal itu, Rokhmat Ardiyan sebagai anggota Komisi XII DPR RI yang membidangi sektor energi menegaskan bahwa kebijakan sistem barcode BBM subsidi pada prinsipnya bertujuan menjaga agar subsidi tepat sasaran. Namun, ia juga mencermati berbagai kendala teknis yang dihadapi nelayan di lapangan.
Dalam kesempatan tersebut, Rokhmat Ardiyan turut memberikan edukasi kepada nelayan terkait pentingnya perawatan mesin kapal. Ia juga membuka wacana modernisasi energi, termasuk potensi pemanfaatan perahu tenaga surya, khususnya sebagai langkah antisipasi terhadap cuaca ekstrem yang kerap merusak mesin kapal di tengah laut.
Rokhmat Ardiyan menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kesejahteraan nelayan secara menyeluruh, sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Ia memastikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis akan menjangkau anak-anak nelayan, ibu hamil, dan balita di wilayah pesisir Pangandaran. Program tersebut dinilai penting sebagai fondasi pembentukan generasi pesisir yang sehat dan berkualitas.
Selain itu, Rokhmat Ardiyan juga berkomitmen mendorong akses pendidikan bagi anak-anak nelayan hingga jenjang pendidikan tinggi, mulai dari S1, S2, hingga S3.
“Anak nelayan tidak boleh berhenti bermimpi. Mereka harus bisa kuliah,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan rencana untuk membawa model Sekolah Rakyat Gratis yang telah berjalan di Kabupaten Kuningan dengan sekitar 1.000 siswa, agar dapat diterapkan di Pangandaran. Selain itu, ia memastikan pemerataan akses Program Indonesia Pintar (PIP) dan KIP bagi keluarga nelayan.
Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Rokhmat Ardiyan mengapresiasi kerukunan nelayan Babakan yang berasal dari latar belakang suku Jawa dan Sunda, namun tetap solid dalam semangat gotong royong.
Dalam interaksinya dengan warga, Rokhmat Ardiyan juga memberikan hadiah spontan kepada nelayan yang mampu menghafal Pancasila serta bantuan operasional ringan bagi masyarakat sekitar dermaga.
Dalam sapaannya, Rokhmat Ardiyan menyampaikan filosofi “Tiga Sehat” bagi nelayan, yakni sehat badannya, sehat ekonominya, dan sehat keluarganya.
“Kalau tiga-tiganya sehat, nelayan akan kuat mencari nafkah yang halal,” ujarnya.
Di lokasi tersebut, Rokhmat Ardiyan juga menyampaikan sejumlah arahan konkret, antara lain mendorong DPRD Pangandaran untuk segera berkoordinasi dengan Bupati Pangandaran guna merealisasikan pengerukan darurat Dermaga Babakan, membawa data kerusakan breakwater serta aspirasi penambahan kuota BBM nelayan ke rapat kerja DPR RI, serta mengingatkan nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan jiwa di tengah potensi cuaca ekstrem.
Kunjungan tersebut ditutup dengan simbol kebersamaan melalui tos bersama dan seruan:
“Nelayan Sejahtera! Pangandaran Melesat! Prabowo Presiden!”





