MEDAN, FraksiGerindra.id — Komisi XII DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke Sumatera Utara guna memastikan pemulihan pascabencana serta keandalan pasokan listrik dan bahan bakar minyak (BBM) menjelang Ramadan 2026. Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Haryadi, menegaskan bahwa kunjungan tersebut difokuskan untuk memastikan proses pemulihan di tiga kabupaten terdampak bencana berjalan optimal.
“Kunjungan kerja spesifik pada hari ini Komisi XII bersama PT PLN, Pertamina, Dirjen Ketenagalistrikan dan Dirjen Migas, pertama kami ingin memastikan bagaimana proses pemulihan masalah bencana di tiga kabupaten yang terdampak di Sumatera Utara,” ujar Bambang di Medan, Kamis (12/2/2026).
Berdasarkan laporan dan peninjauan langsung, pemulihan listrik dan penyediaan BBM dinilai menunjukkan progres maksimal. “Alhamdulillah baik itu dari pemulihan listrik maupun penyediaan BBM, kita melihat update dari seluruh mitra sudah maksimal. Walaupun tidak sesempurna, tapi kami terus mendukung supaya ditingkatkan,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa menjelang Ramadan, seluruh pihak harus memastikan layanan energi berjalan normal dan dapat dinikmati masyarakat tanpa kendala.
“Terlebih lagi kita selalu ingatkan bahwa minggu depan kita sudah mulai masuk bulan puasa. Kita ingin memastikan semangat kerja terhadap pemulihan dan juga pasokan BBM serta pemulihan PLN di wilayah terdampak dan seluruh Sumatera Utara itu harus dipastikan berjalan normal dan bisa dinikmati seluruh masyarakat,” tegasnya.
Secara umum, pemulihan listrik di Sumatera Utara telah mencapai 99,97 persen. Seluruh desa sebelumnya telah pulih 100 persen, namun akibat bencana susulan, masih terdapat dua desa di Kabupaten Tapanuli Utara yang mengalami pemadaman. PT PLN (Persero) memastikan personel tetap disiagakan untuk menjaga keandalan pasokan dan mempercepat pemulihan.
Di Sumatera Barat, PLN telah memulihkan 100 persen pelanggan sejak 23 Desember 2025. Sementara di Aceh, dari 6.500 desa, masih terdapat 11 desa yang pemulihan listriknya terhambat akibat akses jalan terisolir. Namun, melalui dukungan program 1.000 genset dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, seluruh desa termasuk yang terisolir telah memperoleh akses listrik di titik-titik strategis.
PLN juga memastikan kesiapan pasokan listrik bagi Rumah Hunian Danantara yang dibangun untuk masyarakat terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hingga 12 Februari 2026, sebanyak 1.217 hunian yang telah terbangun sudah teraliri listrik, disertai dukungan paket pasang baru gratis, penerangan fasilitas umum, serta token listrik gratis selama enam bulan.
Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara memastikan kesiapan Satgas Ramadan dan Idul Fitri 2026 dengan menyiagakan 1.007 SPBU, 801 Pertashop, 946 agen LPG, 97 SPBE, dan 7 agen minyak tanah. Selain itu, tersedia 286 SPBU 24 jam, 37 motoris BBM, 32 mobil tangki siaga, serta 11 unit Serambi MyPertamina yang menyediakan fasilitas istirahat dan layanan bagi pemudik.
Pertamina juga membentuk Tim Tanggap Darurat guna mengantisipasi kendala suplai di wilayah rawan bencana, jalur wisata, dan jalur mudik utama. Dengan berbagai langkah tersebut, Komisi XII DPR RI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kesiapan sektor energi agar masyarakat, khususnya di wilayah terdampak bencana, dapat menjalani Ramadan dan Idul Fitri dengan aman dan nyaman.





