BANJARBARU, FraksiGerindra.id — Pada Senin (12/1/2026), Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan 166 titik Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Kegiatan peresmian dipusatkan di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru yang berada di lingkungan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Peresmian tersebut dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan groundbreaking pembangunan 104 Sekolah Rakyat permanen di seluruh Indonesia.
Sebanyak 166 titik Sekolah Rakyat rintisan telah beroperasi sejak 2025. Secara paralel, pembangunan 104 titik Sekolah Rakyat permanen juga telah dimulai. Pemerintah menargetkan jumlah Sekolah Rakyat mencapai 200 titik pada 2027 guna memperluas daya tampung dan pemerataan akses pendidikan.
Adapun sebaran 166 lokasi Sekolah Rakyat rintisan meliputi Pulau Jawa sebanyak 70 titik, Pulau Sumatera 35 titik, Pulau Sulawesi 28 titik, Pulau Kalimantan 13 titik, Pulau Maluku 7 titik, Pulau Bali dan Nusa Tenggara 7 titik, serta Pulau Papua 6 titik. Hingga saat ini, 164 dari 166 titik tersebut telah aktif beroperasi, sebagaimana dikutip dari laman Indonesiabaik.id.
Berdasarkan tahapan operasional, Sekolah Rakyat dibagi dalam tiga fase. Tahap 1A terdiri atas 63 titik yang mulai beroperasi pada 14 Juli 2025. Tahap 1B mencakup 37 titik yang beroperasi sejak 1 Agustus 2025. Sementara Tahap 1C terdiri atas 66 titik yang mulai beroperasi pada September 2025.
Mengacu pada Peraturan Menteri Sosial Nomor 7 Tahun 2025, Sekolah Rakyat terdiri atas tiga jenis, yakni Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP), Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA), dan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT).
Program Sekolah Rakyat dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung pembelajaran dan pengembangan peserta didik. Fasilitas tersebut antara lain pemetaan bakat dan keunggulan siswa, pemeriksaan kompetensi dasar akademik yang mencakup bahasa, matematika, dan literasi digital, serta penyediaan perlengkapan sekolah termasuk alat tulis. Selain itu, siswa juga didukung dengan fasilitas laptop, smartboard, serta guru yang dibekali metode pembelajaran berbasis digital.
Sekolah Rakyat juga menekankan pembentukan kebiasaan disiplin, kepatuhan terhadap aturan, serta pola hidup sehat. Pemeriksaan kesehatan rutin dilakukan, meliputi pengecekan berat badan, tinggi badan, gigi, mata, jantung, dan darah. Para siswa tinggal di asrama dengan standar hunian yang layak, nyaman, dan bersih, serta memperoleh pemenuhan gizi melalui penyediaan makan tiga kali sehari dan dua kali camilan, yang didampingi oleh Badan Gizi Nasional (BGN).Pelaksanaan peresmian 166 Sekolah Rakyat di 34 provinsi yang dipusatkan di SRT 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, turut didukung oleh Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Kementerian Pekerjaan Umum, dan PT Pos Indonesia.





