TANGERANG, Fraksigerindra.id — Dalam rangka menyambut Hari Ibu yang diperingati setiap 22 Desember, Perempuan Indonesia Raya (PP PIRA) menggelar kegiatan bakti sosial berupa pembagian sembako dan silaturahmi bersama Sekolah Khusus (SKh) YENAIZ Kota Tangerang, Provinsi Banten, Selasa, 16 Desember 2025.
Kegiatan ini dihadiri oleh Pembina PP PIRA Rani D. Sutrisno, Ketua Umum PP PIRA Dr. Hj. Novita Wijayanti, S.E., M.M beserta jajaran pengurus PP PIRA, pengurus Yayasan SKh YENAIZ, para guru, tenaga pendidik, serta siswa-siswi berkebutuhan khusus yang menjadi penerima manfaat.
Dalam sambutannya, Ketua Umum PP PIRA Dr. Hj. Novita Wijayanti, S.E., M.M menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ibu yang diwujudkan melalui aksi nyata kepedulian sosial. Ia juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi SKh YENAIZ yang telah berdiri sejak tahun 2000 dan selama lebih dari 25 tahun konsisten memberikan layanan pendidikan inklusif bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Kota Tangerang.
“Kami bangga dapat berbagi berkah bersama Sekolah Khusus (SKh) YENAIZ, yang berdiri sejak tahun 2000 dan telah lebih dari dua dekade berdedikasi dalam membangun karakter dan kompetensi anak-anak berkebutuhan khusus di Kota Tangerang. Kehadiran PIRA di sini adalah bagian dari komitmen kami mendukung pendidikan dan kesejahteraan keluarga Indonesia,”
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Hj. Novita Wijayanti juga memberikan pesan khusus kepada para siswa SKh YENAIZ, menegaskan bahwa setiap anak memiliki potensi dan masa depan yang berharga.
“Anak-anakku yang luar biasa, kalian semua adalah anugerah Allah SWT, Tuhan YME yang memiliki keunikan, potensi, dan masa depan yang berharga. Jangan pernah ragu pada diri sendiri, karena setiap langkah kecil yang kalian lakukan hari ini adalah bagian dari perjalanan besar menuju cita-cita,”
Selain itu, ia menyampaikan penghargaan kepada para guru dan tenaga pendidik yang selama ini dengan penuh kesabaran mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus.
“Kesabaran, ketulusan, dan dedikasi Bapak dan Ibu dalam mendampingi anak-anak luar biasa ini adalah bentuk pengabdian yang mulia. Apa yang Bapak dan Ibu tanamkan hari ini bukan hanya ilmu, tetapi juga harapan, kepercayaan diri, dan masa depan Bangsa dan Negara,”
Ketua Umum PP PIRA tersebut juga menegaskan bahwa komitmen terhadap pendidikan inklusif merupakan bagian dari arah kebijakan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Ia menyampaikan bahwa pemerintah melalui Asta Cita berkomitmen membangun Indonesia yang inklusif, berkeadilan, dan berpihak kepada seluruh rakyat tanpa terkecuali, termasuk penyandang disabilitas.
Momentum Hari Ibu 2025, menurut Novita Wijayanti, tidak sekadar dimaknai sebagai peringatan seremonial, melainkan sebagai momen reflektif untuk meneguhkan kembali peran strategis perempuan dan ibu sebagai pilar utama dalam membangun keluarga, masyarakat, dan bangsa.
Menutup rangkaian kegiatan tersebut, Novita Wijayanti menegaskan bahwa Perempuan Indonesia Raya (PIRA) akan terus bergerak aktif mendukung program-program kemanusiaan, pemberdayaan perempuan, penguatan keluarga, serta berbagai kegiatan sosial yang sejalan dengan semangat gotong royong dan keadilan sosial demi terwujudnya Indonesia yang sejahtera dan inklusif.





